20 June 2006

Dialog Presiden vs. Rakyat

Ketika membaca majalah National Georaphic edisi [lupa] disalah satu coffee shop di Yogya, saya menemukan beberapa artikel yang menarik.

Cerita ini dari negara tetangga Venzuela, disana disebutkan cara terbaik untuk memahami pesona yang ditebarkan oleh presiden Venezuela kepada rakyatnya adalah dengan menyimak apa yang mereka lakukan disetiap hari Minggu pagi pukul sebelas.

Sambil duduk dikursi kesayangan didepan televisi, mereka menyaksikan siaran "Alo Presidente" sarana komunikasi mingguan lewat televisi antara Hugo Chavez (sang Presiden) dengan negerinya. Dalam cara tersebut presiden membuka dialog secara bebas (debat secara argumentatif) yang berbicara tentang berbagai kebijakan negaranya dengan vs. grass root (rakyat). Disana jelas terlihat bahwa sang Presiden berusaha open minden dengan tidak menutup mata bahwa "dia" adalah sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan masalah, tentunya dengan dialog yang seperti ini diharapkan bahwa apa yang disuarakan oleh rakyat saya bisa didengar langsung oleh pimpinan mereka dan dapat dilakukan tindakan prefentif apabila diperlukan, begitu kata Chavez.

Bayangkan apabila acara tersebut berhasil diterapkan di Indonesia. Tentunya banyak sekali suara-suara dari rakyat Indonesia untuk segera dilakukan perubahan yang mendasar untuk beberapa sendi yang terjebak kedalam krisis multi dimensi. Dengan dialog terbuka tersebut diharapkan segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dapat dikritisi secaralangsung oleh rakyat. Menarik bukan?

Ah... bicara Indonesia cuman bisa bicara harapan dan omong kosong belaka.

Salam hangat,
Betha Aris [Jogja]

19 June 2006

Masalah akan menjadi lebih indah

Beberapa hari yang lalu saya telah menjalani kehidupan baru sebagai seorang mahasiswa pasca sarjana, ada beberapa hal yang ingin saya share kepada kawan-kawan tentang sebuah makna dari "MASALAH".

Diantara kebanyakan kita menganggap bahwa "MASALAH" adalah sebuah persoalan yang mengganggu pribadi-pribadi yang terlibat dengan hal tersebut, ada juga yang beranggapan bahwa "MASALAH" adalah sebuah hal yang harus dan segera untuk diselesaikan. Namun, marilah sejenak kita merenungkan arti yang sebenarnya dari sebuah kata yang sering kita mengalaminya itu.

"MASALAH" atau "PROBLEM" adalah sebuah kejadian apabila sebuah KEMAUAN tidak sesuai dengan REALITA, dan hal tersebut tidak harus menjadi sebuah beban atau hal yang harus dan segera kita selesaikan, dengan "sedikit garam yang berbeda" kita bisa melihat masalah dengan lebih bijak, dan kita bisa menikmati dari semua masalah yang datang silih berganti dengan enjoy dan feel good.

Bagaimana bisa?

Contohnya apabila kita terbebani dengan sesuatu hal yang mengganjal (ex: cinta, masalah ekonomi, masalah pekerjaan, etc) kebanyakan dari kita cepat mengeluh dan bergumam "Damn! I got a trouble!". Namun dengan sedikit filosofis kita bisa melihat bahwa dengan adanya masalah yang datang, secara manusiawi kita masih menjadi manusia yang sempurna, manusia yang sempurna adalah manusia yang tidak lepas dari masalah. Mungkin secara sadar atau tidak, kita kadangkala kurang pandai untuk "memanage" hal tersebut sehingga suasana yang semula membosankan berubah menjadi hal yang menarik.

Penyelesaiannya adalah, ketika orang merasa dirinya sendiri dan belum mempunyai pasangan, marilah kita berpikiran positif bahwa mungkin Tuhan belum berkenan untuk menunjukkan orang yang tepat didepan kita, Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik dan indah kepada setiap manusia, apabila kita merasa kekurangan dalam hal ekonomi, marilah kita berpikiran positif dengan landasan bahwa hidup kita ini sudah berkecukupan, bahkan masih banyak orang lain yang lebih menderita dari kita, sekali lagi mungkin Tuhan masih belum menunjukkan rezeki yang baik kepada kita, dan pastinya Tuhan akan mempunyai rencana yang lebih baik dari sekarang.

Saudaraku, marilah kita berpikir dan merenungkan sejenak, bahwa kita sebagai manusia memang diberikan segala rasa, cipta, dan karya yang jauh lebih baik apabila manusia itu sendiri mampu untuk menikmati dan menjalaninya dengan indah, percayalah bahwa hidup dan kehidupan ini akan selalu indah pada masanya... dan segalanya itu akan tiba kepada setiap manusia dengan saat yang indah pula.

Salam hangat dari Jogja
Betha Aris

10 June 2006

indonesian idol adalah ?

sangat tidak menyenangkan

asal anda tahu acara talent "fucking" contest seperti ini hanya akan menambah daftar panjang jumlah pemimpi di Indonesia, ini hanyalah akal akalan stasiun tv dan operator selular, acara yang sangat kaspo, busuk , penuh dengan nuansa kebohongan , lagi pula para peserta kan hanya terbawa euforia sesaaat yang sangat menjebak.tiada kualitas yang dapat diandalkan hanya kaspo dan kaspo.penyanyi sejati adalah orang yg dapat membawakan lagu dengan resapan jiwa yang tinggi dan alunan dentuman yg membius.

asal tahu saja sinetron juga demikian
sebuah tayangan dengan balutan hedonisme dan exclusivisme yang sangat bomba dari ujung rambut sampai ujung kaki, tiada pesan moral dari ceritanya, dialog sangat standar dan penuh caci maki, amarah dan balutan kaspo yang sangat pekat.jadilah orang Indonesia yang bermartabat dan berwibawa.

seorang pujangga papan atas yang bernama Raden Mas Dj Anchoex bersabda

Langkah hidup seseorang dipengaruhi sebuah dentuman yang sangat sporadis dan membius,karena dengan dentuman jantung tetap berdegup dan nafas terengah.

sebuah tayangan tv yang saya sebutkan tadi hanyalah tontonan oran indonesia yang memiliki kadar selera yang sangattttttttttttttttttttttttttttttt rendahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

ironis memang padahal yang aktiv di milis ini adalah orang yang punya pikiran waras dan intuisi yang sangat tinggi, dan wawasan yang cukup bomba, tapi semuanya luntur hanya karena kegemaran menonton acara yang penuh dengan balutan kaspo dan omong kosong.

Diantarannya tentu saja sebagai ajang popularitas. Disamping itu, kebanyakan orang tua selalu ingin anaknya jadi populer.
 
Dalam hal ini beberapa kepentingan bisnis berdiri kuat, guna menopang di balik skenario kemunculan beberapa menu siaran yang akan diluncurkan. Ada sebuah aktivitas untuk selalu mencari sesuatu yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Sehingga pemirsa tetap berada pada porsinya, yakni sebagai lahan atau media 'kesepakatan' bisnis. 
 
Apakah ini juga cara-cara kapitalis? di sini berlaku Sindrom Masyarkat Tropis. Dimana ada budaya kemalasan. Diketahui, Indonesia yang beriklim tropis selalu terasa panas. Jika panas, orang yang banyak bergerak tentunya lebih cepat merasa lelah. Sedang di sisi lain, kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, semuanya ada, dan akhirnya berujung pada kemalasan. Iklim kerja yang semacam ini memupuk jiwa konsumtif, sehingga menjadi lahan yang menjanjikan bagi dunia industri. 
 
Industri memang selalu mendorong untuk mencari sesuatu yang baru. Menciptakan sesuatu agar orang menjadi membutuhkannya. Ketika menginginkan sesuatu, timbul sikap serakah, dan muncullah keinginan bersaing. Sedangkan fenomena Indonesian Idol ini hanyalah salah satu contoh dari sekian metode yang berujung pada kepentingan bisnis, buah dari tangan industrialisme. Akhirnya, yang dikejar bukan lagi quality of live. 
 
Fenomena ini mengingatkan kita kepada kehadiran trend acara-acara misteri baru lalu, dimana setiap hari seluruh stasiun TV juga dihiasi oleh sajian acara berbau misteri alam gaib, dunia supranatural, roh halus, dan semacamnya
 
salam hangat penuh dentuman dari

Dj Anchoex

04 June 2006

Komentar Paranormal

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 29 Mei 2006, dalam sebuah acara
infotainment di sebuah stasiun swasta, aku tertarik pada suatu bahasan
mengenai gempa, di situ menyajikan komentar artis tentang gempa yang
barusan melanda kota Jogja, yang paling menarik bagiku adalah tentang
komentar Permadi yang mengatakan bahwa :

[...]

"Gempa yang terjadi di Jogja itu karena semakin ranggangnya hubungan Ratu
pantai selatan dengan Raja keraton Jogja, yang secara gaib merupakan
pasangan suami istri, dia juga mengatakan baru kali ini Jogja di hadang
dua bencana, pertama ancaman meletusnya gunung Merapi, dan bencana gempa
yang berpusat di laut selatan."

[...]

Memang saat ini Jogja lagi menghadapi masalah dengan ancaman gunung Merapi
yang siap meletus dan bencana Gempa yang sedang melanda. tapi komentar
Permadi tentang masalah ini aku pikir belum saatnya diucapkan oleh wakil
rakyat walaupun ber--background--spiritualis, saat ini warga Jogja lagi
panik yang secara psikologis mudah terprovokasi jangan terlalu
diprovokatif oleh masalah gaib yang hanya orang-orang tertentu yang bisa
membuktikanya.

Beberapa saat setelah gempa itu terjadi warga Jogja sudah terprovokasi
oleh isu tsunami, isu tersebut sudah menggegerkan warga Jogja, dalam
keadaan kesakitan mereka sudah berlarian mencari tempat yang tinggi untuk
menyelamatkan diri, haruskah mereka kembali berdemo ke keraton karena
provokasi ini.

Secara spiritual mungkin argument tersebut benar, namun siapakah yang bisa
membuktikan hal tersebut?? mungkin hanya orang-orang tertentu yang
mempunyau kemampuan seperti Permadi.

Warga Jogja saat ini tidak butuh ocehan provokatif yang mereka butuhkan
saat ini bantuan untuk kelangsungan hidupnya, untuk itu simpan dulu
komentar provokatif tentang Jogja saat ini.

Brr... berita di televisi semakin lama semakin menyeramkan... saya mau
istirahat dulu.

Salam hangat,