10 June 2006

indonesian idol adalah ?

sangat tidak menyenangkan

asal anda tahu acara talent "fucking" contest seperti ini hanya akan menambah daftar panjang jumlah pemimpi di Indonesia, ini hanyalah akal akalan stasiun tv dan operator selular, acara yang sangat kaspo, busuk , penuh dengan nuansa kebohongan , lagi pula para peserta kan hanya terbawa euforia sesaaat yang sangat menjebak.tiada kualitas yang dapat diandalkan hanya kaspo dan kaspo.penyanyi sejati adalah orang yg dapat membawakan lagu dengan resapan jiwa yang tinggi dan alunan dentuman yg membius.

asal tahu saja sinetron juga demikian
sebuah tayangan dengan balutan hedonisme dan exclusivisme yang sangat bomba dari ujung rambut sampai ujung kaki, tiada pesan moral dari ceritanya, dialog sangat standar dan penuh caci maki, amarah dan balutan kaspo yang sangat pekat.jadilah orang Indonesia yang bermartabat dan berwibawa.

seorang pujangga papan atas yang bernama Raden Mas Dj Anchoex bersabda

Langkah hidup seseorang dipengaruhi sebuah dentuman yang sangat sporadis dan membius,karena dengan dentuman jantung tetap berdegup dan nafas terengah.

sebuah tayangan tv yang saya sebutkan tadi hanyalah tontonan oran indonesia yang memiliki kadar selera yang sangattttttttttttttttttttttttttttttt rendahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

ironis memang padahal yang aktiv di milis ini adalah orang yang punya pikiran waras dan intuisi yang sangat tinggi, dan wawasan yang cukup bomba, tapi semuanya luntur hanya karena kegemaran menonton acara yang penuh dengan balutan kaspo dan omong kosong.

Diantarannya tentu saja sebagai ajang popularitas. Disamping itu, kebanyakan orang tua selalu ingin anaknya jadi populer.
 
Dalam hal ini beberapa kepentingan bisnis berdiri kuat, guna menopang di balik skenario kemunculan beberapa menu siaran yang akan diluncurkan. Ada sebuah aktivitas untuk selalu mencari sesuatu yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Sehingga pemirsa tetap berada pada porsinya, yakni sebagai lahan atau media 'kesepakatan' bisnis. 
 
Apakah ini juga cara-cara kapitalis? di sini berlaku Sindrom Masyarkat Tropis. Dimana ada budaya kemalasan. Diketahui, Indonesia yang beriklim tropis selalu terasa panas. Jika panas, orang yang banyak bergerak tentunya lebih cepat merasa lelah. Sedang di sisi lain, kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, semuanya ada, dan akhirnya berujung pada kemalasan. Iklim kerja yang semacam ini memupuk jiwa konsumtif, sehingga menjadi lahan yang menjanjikan bagi dunia industri. 
 
Industri memang selalu mendorong untuk mencari sesuatu yang baru. Menciptakan sesuatu agar orang menjadi membutuhkannya. Ketika menginginkan sesuatu, timbul sikap serakah, dan muncullah keinginan bersaing. Sedangkan fenomena Indonesian Idol ini hanyalah salah satu contoh dari sekian metode yang berujung pada kepentingan bisnis, buah dari tangan industrialisme. Akhirnya, yang dikejar bukan lagi quality of live. 
 
Fenomena ini mengingatkan kita kepada kehadiran trend acara-acara misteri baru lalu, dimana setiap hari seluruh stasiun TV juga dihiasi oleh sajian acara berbau misteri alam gaib, dunia supranatural, roh halus, dan semacamnya
 
salam hangat penuh dentuman dari

Dj Anchoex

No comments: