10 December 2008

Sinema indonesia (buruk)

Saya suka nonton pelem anda juga kan? Tapi sayang film2 indonesia masih kurang merepresentasikan selera saya, meski ada beberapa yang bagus dari segi tata sinematografi, ide cerita, karakter, setting dan pesan moral (ini yang krusial), tapi hanya dikit (gie,ayat ayat cinta, laskar pelangi, yang ini paling pantastiz) film2 ini menggunakan format film yg sebenarnya (menggunakan kamera film seluloid 35mm), yg laen kamera digital handheld supaya bisa diputar di proyektor bioskop ditransfer ke pita film seluloid 35mm, banyak film diproduksi hanya untuk memenuhi selera pasar (orang2 berselera rendah, yang bukan saya tentunya, mungkin mas didik panuroto), film hantu slalu didominasi hantu mainstream indonesia (pocong,kuntilanak,suster ngewek eh ngesot, sundel bocor,dan hantu2 populer lainnya), lebih buruk lagi sinetron dengan isu plagiarismenya. Yg hanya bisa nyontek drama korea dan jepang, saya rindu tontonan tv jaman sekolah dulu, The x files, friend, Mc Gyver, the A team, Hunter,Emergency room, la femme nikita, LA Heat, dan yg paling fenomenal CSI :crime scence investigation, (di amrik ada 2 versi las vegas dan new york), ratingnya tinggi, slain si doel anak sekolahan tentunya, nah saya minta tanggapan teman2 tentang dunia sinematografi nasional! Komentarilah koar2 saya ini (mumpung gak lagi misuh2)

by yuniar

Just Opinion....

Film indo yg paling bermutu yg pernah sy tonton adalah "Gie" dan "Biola Tak Berdawai" (mesti jarang sing krungu kie), juga film "Petualangan Sherina" yang memang bagus untuk dikonsumsi anak - anak indonesia.

Menurut saya produksi film sangat dipengaruhi oleh kultur atau budaya tempat diproduksinya film tersebut. Contohnya, di Indonesia sendiri yang kultur magic nya sangat kuat (contoh banyuwangi terkenal santet e hehe...) ujung2 nya film yg diproduksi film2 hantu, dkk. 

Kemudian wabah sinetron gak bermutu yang sudah menjalar ke semua stasiun televisi kecuali metro. Gaya hidup mewah yg tdk pernah absen dipertontonkan oleh sinetron2 indonesia sangat tidak baik untuk perkembangan mental masyarakat kita, terutama saya :d. Sinetron yg layak ditonton palingan Si Doel anak sekolahan, klo komedi situasi ya "Bajaj Bajuri". Ato mendingan klo bikin sinetron yg mengangkat masalah publik yg sampe skr blm ada solusi seperti korban lumpur lapindo.

Bisa jadi masyarakat tidak ada pilihan, tontonan mana yg harus ditonton. Mo nonton berita seharian juga bosen, nonton debat politik juga ga smua orang mudeng dan tertarik tentang dunia politik. Akibatnya nonton sinetron2 itu, trus penasaran nonton cerita selanjutnya.
Trus mo nonton film di bioskop adanya film2 hantu aja.
Intinya industri perfilman di Indonesia hanya memikirkan laku ato tidaknya film yg diproduksi , tidak memikirkan bagaimana imbas dari jenis film2 yang mereka buat.

sekali lagi just opinion....

by yulie

No comments: